Mother and baby in home office with laptop

Merasa mentok dengan urusan membagi waktu antara karier dan keluarga? Atau bahkan sempat merasa stres atau tertekan gara-gara masalah tersebut? Jika itu yang Anda alami, Anda tidak sendiri. Banyak wanita karier yang kadang merasa “terjebak” dalam pilihan sulit antara karier dan keluarga. Lantas, bagaimana solusinya? Tracy Lyn Moland, seorang pakar manajemen waktu yang menulis buku “Mom Management, Managing Mom Before Everybody Else” menyebut salah satu hal yang paling perlu diperhatikan dimulai dari hal-hal sepele, seperti di mana menaruh kunci mobil, meletakkan mainan si kecil, atau di mana menaruh buku kesayangan.


•  Buatlah catatan (diary) waktu
Untuk yang satu ini, Anda harus jujur mengisinya. Misalnya, berapa waktu yang Anda habiskan untuk menonton televisi. Tak hanya itu, berapa pula waktu yang Anda habiskan untuk sekadar bercanda dengan teman kantor. Tuliskan dengan detail. Dari sana, Anda akan mendapatkan berapa banyak waktu yang bisa disisihkan untuk keperluan yang lebih penting bagi keluarga. 

•  Belajar berkata tidak
Sebagai wanita karier, kadang Anda harus melayani permintaan mendadak dari sekeliling baik relasi atau pun teman di kantor untuk berbagai acara. Mulai dari makan malam, nonton, atau sekadar minum kopi di café. Jana Kemp, pendiri dan presiden dari Meeting & Management Essentials, sebuah konsultan manajemen, menyebut bahwa berkata tidak pada permintaan orang di sekitar Anda kadang perlu dilakukan. Untuk itu, buatlah skala prioritas terhadap waktu yang mereka minta. Jika memang kurang penting, cobalah berkata tidak.

•  Selalu buat daftar urutan pekerjaan
Jika diary waktu untuk melihat berapa efektif waktu yang telah Anda habiskan, maka urutan daftar pekerjaan ini akan membantu Anda menjalani semua sesuai rencana. Dengan daftar ini, Anda tidak akan mudah “tergoda” saat ada ajakan yang bisa mengganggu jadwal Anda dan keluarga.

•  Jangan terlalu bersikap perfeksionis

Sebagai wanita karier, Anda memang selalu tertantang untuk memberikan yang terbaik pada perusahaan. Tapi, jangan sampai ambisi Anda terlalu membelenggu Anda pada pekerjaan yang tak berkesudahan. Sempurna boleh, tapi jangan sampai itu menjadi obsesi tak berkesudahan yang justru akhirnya bisa mengurangi waktu Anda dengan keluarga.

•  Usahakan waktu libur bukan untuk kerja
Anda sudah bekerja keras seminggu penuh. Itulah mengapa selalu ada tanggal merah di setiap minggu. Itulah waktu bagi siapa pun, sesibuk apa pun, untuk meluangkan waktu sejenak keluar dari kesibukannya. Maksimalkan waktu tersebut untuk keluarga. Usahakan agar tak ada tumpukan kerja yang masih menunggu diselesaikan saat akhir minggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>